Loveallah4ever’s Weblog

December 23, 2008

Special 4 teman” seperjuanganQ…

Filed under: Uncategorized — loveallah4ever @ 11:22 am

  

 UkhtiQ tersayang….

Jalan da’wah panjang terbentang jauh ke depan

Duri dan batu terjal selalu mengganjal

Lurah dan bukit menghadang

Ujungnya bukan di usia, bukan pula di dunia

Tetapi Cahaya Maha Cahaya, syurga, dan ridho Allah

Cinta adalah sumbernya, hati dan jiwa adalah rumahnya

 

Jika engkau cinta…

Maka da’wah adalah paham

Mengerti tentang Islam, risalah anbiya dan warisan ulama

Hendaknya engkau fanatis dan bangga dengannya

Seperti Mughiroh bin Syu’bah di hadapan Rustum Panglima Kisra

 

Jika engkau cinta…

Maka da’wah adalah ikhlas

Menghiasi hati, memotivasi jiwa untuk berkarya

Seperti kata Abul Anbiya, ”Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata bagi Robb semesta”

Berikan hatimu pada Dia, katakan ”Allaahu ghooyatunaa”

 

Jika engkau cinta…

Maka da’wah adalah amal

Membangun kejayaan ummat, kapan saja di mana saja berada

Yang bernilai adalah kerja, bukan semata ilmu apalagi lamunan

Sasarannya adalah perbaikan dan perubahan, al ishlah wa taghyir

Dari diri pribadi, keluarga, masyarakat hingga Negara

Bangun aktivitas secara tertib ’tuk mencapai kejayaan

 

Jika engkau cinta…

Maka da’wah adalah jihad

Sungguh-sungguh di medan perjuangan melawan kebatilan

Tinggikan kalimat Allah, rendahkan ocehan syaithan durjana

Kerja keras tak kenal lelah adalah rumusnya,

Tinggalkan kemaksiatan, lamban dan berpangku tangan

 

Jika engkau cinta…

Maka da’wah adalah taat

Kepada Allah dan Rosul, Al Qur’an dan sunnahnya

Serta orang-orang bertaqwa yang tertata

Taat adalah wujud syukurmu kepada hidayah Allah

Karenanya nikmat akan bertambah melimpah penuh berkah

 

Jika engkau cinta…

Maka da’wah adalah tadhhiyah

Bukti kesetiaan dan kesiapan memberi dan pantang meminta

Bersedialah dengan banyak kehilangan dengan sedikit menerima

Karena yang di sisi Allah lebih mulia, sedang di sisimu fana belaka

Sedangkan tiap tetes keringat berpahala lipat ganda

 

Jika engkau cinta…

Maka da’wah adalah tsabat

Hati dan jiwa yang tegar walau banyak rintangan

Buah dari sabar meniti jalan

Teguh dalam barisan

Istiqomah dalam perjuangan dengan kaki tak tergoyahkan

Berjalan lempang jauh dari penyimpangan

 

Jika engkau cinta…

Maka da’wah adalah tajarrud

Ikhlas di setiap langkah

Padukan seluruh potensi

Engkau da’i sebelum apa adanya engkau

Da’wah tugas utamamu, sedang lainnya hanya selingan

 

Jika engkau cinta…

Maka da’wah adalah tsiqoh

Kepercayaan yang dilandasi iman suci penuh keyakinan

Kepada Allah, Rosul, Islam, Qiyadah dan junudnya

Hilangkan keraguan dan pastikan kejujuran

Karena inilah kafilah kebenaran yang penuh berkah

 

Jika engkau cinta…

Maka da’wah adalah ukhuwwah

Lekatnya ikatan hati berjalin dalam nilai-nilai persaudaraan

Bersaudaralah dengan muslimin sedunia, utamanya mujahidin

Lapang dada merupakan syarat terendahnya, itsar bentuk tertingginya

Dan Allah yang Maha Mengetahui, menghimpun hati-hati para da’i dalam cinta-Nya

Berjumpa karena taat kepada-Nya

Melebur satu dalam da’wah ke jalan ALLAH

Saling berjanji untuk menolong syari’at-Nya

 

MuslimahYgKuatAdalahMuslimahYgMampuMn9erahkanKekuatanNya

December 7, 2008

Tahukah engkau??

Filed under: Uncategorized — loveallah4ever @ 4:44 am

Tahukah Engkau wahai saudariku??

Satu dari sekian banyak hal yang dapat meningkatkan kualitas cintaku pada Allah??

Dialah Ukhuwwah.

Ukhuwwah Islamiyah.

Itulah yang membuatku semakin mencintai Allah.

Dengannya, aq semakin bersyukur..

Dengannya, aq semakin beriman..

Dengannya, presentase penghambaanq pada Allah bertambah..

Karenanya, mulai dari detik ini qt harus bisa menjaga persaudaraan yang Allah berikan.

Karena sesungguhnya,

“Innamal mu’minuuna ikhwah. Faashlihuu bayna akhawaikum. Wattaqullaha la’allakum turhamuun..”

About Da’wah

Filed under: Uncategorized — loveallah4ever @ 4:34 am

Berdakwah, Siapa Takut?!

Kehidupan dunia ini diiringi kesulitan demi kesulitan (Q.S. Al Balad: 4). Sehingga kesulitan sesuatu yang tak bisa dielakkan. Ia adalah realita perjalanan dunia ini. Kesulitan menjadi sebuah resiko dalam hidup. Tak seorang pun yang lepas dari kenyataan itu. Namun yang acap kali terjadi adalah takut terhadap resiko yang bakal muncul. Lantaran kekerdilan jiwa untuk menghadapinya. Lalu timbullah ketakutan-ketakutan. Rasa ketakutan ini cuma menggiring seseorang menjadi pengecut. Dan akhirnya lari dari kenyataan.

Sifat pengecut dipandang sebagai sifat tercela yang tidak boleh dimiliki orang-orang yang beriman. Karena pengecut artinya ia tidak mau menanggung dan menghadapi resiko yang memang sudah menjadi konsekwensinya. Perilaku ini merupakan perilaku orang-orang yang setengah hati dalam keimanan, hanya ingin serba enak tanpa harus bersusah payah menghadapi masalah rumit. Sifat pengecut akan menjadi penghalang untuk maju dan pemberat langkah kesuksesan.

Saat ini, dunia dipenuhi dengan orang-orang yang memiliki sifat pengecut. Sebuah hadits Nabi SAW. memprediksikan di suatu masa umat Islam akan menjadi bulan-bulanan dan santapan empuk musuh-musuh Islam karena sudah mengidap penyakit wahn, yakni cinta dunia dan takut mati. Memang, penyakit wahn-lah yang menyebabkan umat Islam banyak yang menjadi pengecut sehingga tidak lagi disegani oleh musuh-musuhnya yakni kaum kafir, musyrikin dan munafikin.

Islam memandang hina orang yang pengecut. Baik pengecut untuk mempertahankan hidup sehingga gampang putus asa. Pengecut lantaran takut dikucilkan dari komunitasnya. Pengecut karena berlainan dengan sikap banyak orang. Atau pengecut untuk membela sebuah nilai. Kemudian menjerumuskan pelakunya pada sikap yang plin-plan tanpa prinsip. Rasulullah SAW. bersabda: ‘Janganlah kamu menjadi orang yang tidak punyai sikap. Bila orang melakukan kebaikan maka aku pun melakukannya. Namun bila orang melakukan keburukan maka aku pun ikut melakukannya juga. Akan tetapi jadilah orang yang punya sikap dan keberanian. Jika orang melakukan kebaikan maka aku melakukannya. Namun jika orang melakukan keburukan maka aku tinggalkan sikap buruk mereka’. (HR. Tirmidzi)

Allah SWT. selalu menggelorakan orang-orang yang beriman agar jangan takut, jangan pengecut. Karena rasa takut akan membawa kegagalan dan kekalahan. Akan tetapi keberanian menjadi seruan yang terus berulang-ulang dikumandangkan. Karena keberanian adalah tuntutan keimanan. Iman pada Allah SWT. mengajarkan menjadi orang-orang yang berani menghadapi beragam resiko dalam hidup ini terlebih lagi, resiko dalam memperjuangkan dakwah ini.

Syaja’ah atau keberanian merupakan jalan untuk mewujudkan sebuah kemenangan dan sebagai izzah keimanan. Tak pernah boleh ada, kata gentar bagi aktivis dakwah saat mengemban tugas bila ingin meraih kegemilangan. Dari sisi inilah kaum yang beriman berada jauh di atas kebanyakan orang. Karena izzah keimanan menuntun mereka untuk tidak takut dan gentar sedikit pun.

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. (Q.S. Ali Imran: 139)

Dahulu yang membuat gentar musuh-musuh Islam adalah keberanian pejuang-pejuang Islam yang menghambur ke medan perang dengan suka cita karena pilihannya sama-sama baik yakni hidup mulia dengan meraih kemenangan atau mati syahid di jalan Allah. Bahkan mereka jauh mencintai kemuliaan sebagai syahid sebagaimana kecintaan kaum kafir terhadap dunia. Dengan sikap ini kaum muslimin banyak memperoleh anugerah kemenangan dakwah di berbagai tempat.

Orang-orang kafir amat takut terhadap orang-orang yang beriman yang memiliki prinsip ini. Sehingga mereka berupaya agar sifat berani tidak bersemayam dalam diri orang-orang mukmin. Lalu mereka takut-takuti kaum muslimin dengan situasi dan kondisi masa depan yang suram, ancaman, teror, intimidasi atau tekanan-tekanan lainnya agar umat ini tidak lagi berani memperjuangkan nilai dan norma yang diyakininya. Akhirnya timbullah sikap takut yang luar biasa hingga melemahkan semangat juangnya.

Oleh karena itu jangan tertipu oleh upaya orang-orang kafir untuk menghilangkan sifat syaja’ah. Sebab syaja’ah merupakan harga diri orang-orang beriman. Lantaran sifat itu sebulan sebelum kedatangan kaum muslimin orang-orang di Babylonia telah lari tunggang langgang mendengar umat Islam akan tiba di negeri mereka. Sampai-sampai Khalid bin Walid RA. menenangkan masyarakat Romawi agar tidak perlu teramat takut pada kaum muslimin karena kedatangan umat Islam hanya untuk menyerukan Islam dan mengajak mereka menghamba pada Allah SWT. semata.

Asy syaja’ah (keberanian) menjadi salah satu ciri yang dimiliki orang yang istiqamah di jalan Allah, selain ciri-ciri berupa al-ithmi’nan (ketenangan) dan at-tafaul (optimisme). Dengan demikian orang yang istiqamahlah akan senantiasa berani, tenang dan optimis karena yakin berada di jalan yang benar dan yakin pula akan dekatnya pertolongan Allah. Namun memang tak mudah untuk menjadi orang yang istiqamah atau teguh pendirian memegang nilai-nilai kebenaran dan senantiasa berada di jalan Allah. Bahkan Rasulullah SAW. mengatakan bahwa turunnya surat Hud membuat beliau beruban karena di dalamnya ada ayat (QS. Huud: 112) yang memerintahkan untuk beristiqamah,

“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah tobat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Rasulullah SAW. memahami benar makna istiqamah yang sesungguhnya sampai ketika Abu Sufyan bertanya hal terpenting apa dalam Islam yang membuatnya tak perlu bertanya lagi, beliau menjawab, “Berimanlah kepada Allah dan kemudian beristiqamahlah (terhadap yang kau imani tersebut)”. (HR. Bukhari). Di kesempatan lain, Rasulullah SAW. juga mengatakan tantangan buat orang yang istiqamah memegang Islam di akhir zaman, begitu berat laksana menggenggam bara api.

Keberanian untuk tetap istiqamah walau nyawa taruhannya nampak pada diri orang-orang beriman di dalam surat Al-Buruuj: 4 – 8 yang dimasukkan ke dalam parit dan dibakar oleh as-habul ukhdud hanya karena mereka menyatakan keimanannya kepada Allah SWT. Begitu pula Asiah, istri Firaun dan Masyitah, pelayan Firaun, kedua-duanya harus menebus keimanan mereka kepada Allah dengan nyawa mereka. Asiah di tiang penyiksaannya dan Masyitah di kuali panas mendidih beserta seluruh keluarganya karena mereka berdua tak sudi mentuhankan Firaun. Demikian sulitnya untuk mempertahankan keistiqamahan di jalan Allah, dan demikian sulit pula untuk mewujudkan asy syaja’ah sebagai salah satu aspeknya.

Muthallibatu Ad Da’wah (Tuntutan Dakwah)

Dalam mengusung amanah dakwah, slogan ‘Jangan pernah takut, Maju pantang mundur, Berani karena benar, rela mati demi kebenaran’ tidak boleh luntur melainkan harus tetap terpatri dalam sanubari aktivis dakwah. Melekatnya doktrin itu, membuat aktivis dakwah tidak akan lari ke belakang demi kemenangan dakwah ini. Karena asy syaja’ah (keberanian) mengemban amanah umat merupakan tuntutan dakwah.

Manakala Allah SWT. berbicara tentang penyelamatan dakwah, maka aspek asy syaja’ah ini yang selalu disebut-sebut oleh-Nya. Sebagaimana dalam Q.S. At Taubah: 40, ‘Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana’.

Di samping itu sikap syaja’ah para kader menjadi sebab dakwah berkesimbungan di muka bumi ini. Dengannya dakwah ini berjalan terus sekalipun harus melewati bukit terjal ataupun tembok besar. Beresiko berat ataupun ringan. Dengan keberanian para pejuang dakwah, ajaran Islam ini merambah ke berbagai pelosok dunia bahkan sampai pada diri kita saat ini. Padahal bila dilihat tantangan dan rintangan yang dihadapi sangat berat. Tantangan alam, geografis, budaya, maupun rintangan dari musuh-musuh dakwah. Tanpa keberanian mereka, perjalanan dakwah ini akan tertatih-tatih lantaran ketakutan yang melemahkan gerak dakwah ini.

November 17, 2008

Surat cinta untuk Saudariku…

Filed under: Uncategorized — loveallah4ever @ 5:28 am

surat cinta untuk saudariku

Ahad, 16 November 2008 12:15

e

Pilihan itu memang tidak datang pada kita ketika kita menginginkannya. Karena Allah mengetahui bagaimana dan siapa yang dipilihNYA untuk memainkan peran itu. Kitalah actor atau aktris yang memainkan itu semua sesuai dengan skenarioNYA.


Ketika kita minta pada Allah sekuntum bunga yang segar, Allah memberikan kita sebuah kaktus berduri. Ketika kita meminta pada ALLAH kupu-kupu yang indah. ALLAH malah memberikan kita ulat yang berbulu. Itulah scenario ALLAH. Kadang kita tidak mengerti apa yang akan terjadi di balik semua peristiwa yang ada di sekitar kita. Tapi yakinlah. Allah pasti mempunyai rencana lain di balik semua ini.


Tahukah kamu duhai ukhty? Kaktus yang berduri itu kini telah menjadi kaktus yang tahan terhadap panas, tahan terhadap kekeringan. Dan tatkala waktu telah tiba, Allah memberikan bunga yang inudah. Tmbuh di kaktus itu. Ulat yang Allah berikan tadi, tiba-tiba hilang. Berganti menjadi sebuah kepompong. Dan akhirnya kupu-kupu yang indah yang kita dambakanpun telah Allah berikan. Itulah scenario Allah. Dia tidak memberikan apa yang kita minta. Tapi Dia memberikan apa yang kita perlukan.


Duhai ukhti, Semakin hari..kamu akan semakin mengerti hakikat dakwah ini. Lantas, sekarang yang kamu perlu perhatikan adalah pahamilah setiap langkah yang kamu tempuh. Dan lihatlah,,,disanalah tersimpan harmoni setiap kehidupan. Ada pelangi dalam setiap perjalanan. Dan pelangi itu diperuntukkan bagi orang-orang yang sabar dan ikhlas dalam menjalani penempaan.

Duhai ukhti, kita bukanlah jamaah malaikat yang tidak pernah melakukan kesalahan. Kita adalah jamaah manusia biasa yang pasti akan pernah melakukan kesalahan. Jangan selalu menyesali setiap kesalahan yang terjadi. Karena penyesalan hanya akan membebani hati. Meredam simfoni cinta ilahi yang ditujukan untuk kita. Yang perlu kita lakukan adalah mencari benang merah…supaya kita dapat memperbaiki apa-apa yang telah lalu.

Dakwah adalah sebuah keharusan. Karena dakwah tidak butuh kita. Tapi kitalah yang butuh dakwah. Bukankah ALLAH sudah menyatakan dalam firmanNYA. Masuklah kamu dalam islam secara kaffah?

Lantas, apa yang ingin kamu hindari. kita tidak bisa mengapung ataupun melayang jika ingin mencari mutiara di dasar laut. Tapi kita harus menenggelamkan diri kita di dasar laut itu. Karena mutiara itu tidak ada di permukaan, mutiara itu juga tidak ada di tengah-tengah. Mutiara itu tersimpan di dasar. Di dasar kedalaman hati kita.

Duhai ukhty..kamu pasti akan menyadari, bahwa semua ini semata-mata adalah proses pendewasaan diri kita. Bukankah tanah liat sebelum menjadi sebuah guci yang indah harus ditempa dengan berbagai ujian? Bukankah sepotong bambu sebelum menjadi pipa air juga ditempa dengan berbagai peristiwa yang menyakitkan. Karena itu, bangkitlah ukhtiku sayang…

Semuanya akan baik-baik saja. Karena ALLAHlah sandaran kita. berbahagialah menjadi seorang aktvis dakwah. Karena kita bisa mendekat kepada Allah ketika semua menjauh. Dan Allah adalah satu-satunya yang tak berpaling darimu. Ketika kekecewaan dakwah mendera jiwamu, ALLAHlah satu-satunya Dzat yang tak mengecewakan dan tak pernah melukai perasaan. Dan ketika beban dakwah yang engkau pikul terasa berat, ALLAHlah satu-satunya sandaran. Ketika sesak menghimpit, ALLAHlah yang melapangkannya. Dan ketika lelah mendera, ALLAH mengistirahatkan dalam shalat lailmu. (29:2). Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu akan diuji oleh Allah. Karena itu, persiapkan ruhiyah kita untuk menjawab ujian itu. Karena kita harus naik kelas dalam ujian ini. Jangan pernah menyerah, jangan pernah putus asa. Sesungguhnya ALLAH membersama langkah kita menuju padaNYA.

Hidup itu adalah sebuah pilihan. Semua orang berhak memilih jalannya masing-masing. Dan engkau telah memilih jalanmu disini. Karena itu, perkuat langkahmu. Jangan biarkan langkahmu goyah. Ketika kita diam orang lain tak akan tau apa yang sedang kita alami. Ketika kita mulai goyah, berpeganglah pada tangan saudaramu. Dan jika mereka juga lengah dan jangkauan kita tidak sampai kepada mereka.. Maka sesungguhnya ALLAHlah tepat kita mendekat. Tanamkan keikhlasan dan berpikirlah positif. Mungkin kita perlu banyak belajar akan setiap pengalaman ini. Bersabarlah ukhty…

Innallaha Ma’ashshobrinaaa…..

 

seorang mukmin boleh salah, boleh gagal, boleh tertimpa musibah. tetapi dia tidak boleh kalah, menyerah pada kelemahannya, menyerah pada tantangan dan keterbatasannya. dia harus tetap menembus gelap supaya dia bisa menjemput fajar. karena syurga bukanlah kado yang dihadiahkan begitu saja.”

Ketika ku merasa tak mampu lagi memberikan perhatian padamu, aku yakin ALLAH mampu. Ketika ku merasa tak mampu lagi membantumu bertahan, aku yakin ALLAH mampu.. Ketika ku merasa tak mampu lagi menjadi tempatmu berkeluh kesah, aku yakin ALLAH mampu. Ya Robb..satu pintaku, ketika ku sudah tak mampu lagi menggenggam erat tangan saudaraku, jangan pernah biarkan ia lepas dari genggamanMu.

NB: diperuntukkan bagi saudari-saudariku di bumi ALLAH tercinta. Jangan pernah patah semangat! La takhof wala tahzan Innallaha ma’ana!!!!

Aku menyayangi kalian semua, ikhwahfillah…..

Semoga Allah semakin menguatkan ukhuwah kita dalam bingkai cintaNYA.

Palestinaku…!!!

Filed under: Uncategorized — loveallah4ever @ 5:14 am

Bebaskan Palestina dari kaum Yahudi….

Jangan biarkan Al-Aqsho menangis lagi….

Ayo bangkitlah tuk bebaskan palestina!!!!!

Palestinaku…

Filed under: Uncategorized — loveallah4ever @ 5:08 am

Bebaskan Palestina!!!!

Jangan biarkan Al-Aqhsho menangis lagi!!!!

Ayo, Bangkitlah!!!

Surat cinta untuk saudariku…

Filed under: Uncategorized — loveallah4ever @ 4:46 am

Pesan untuk saudaraku…

d1

Teruntuk saudara-saudara seimanku yang berjuang di jalan Allah…

Inilah Da’wah.
Dan kau lemah?
Jangan.
Bangkitlah!

Belum seluruh harta kau infakkan seperti Abu Bakar.
Belum seberani Ali bin Abi Thalib
Yang menggantikan jadad Rasul SAW ketika beliau dikejar musuh-musuh Allah.
Belum setangkas Kholid bin Walid yang senantiasa bergegas menyembut seruan jihad di medan laga.

Beginilah da’wah.
Dan kau lelah?
Tidak..
Semangatlah!

Sebab perhentian kita bukan di dunia.
Sebab istrahat kita hanya di jannah.
Sebab musuh-musuh Allah tak akan puas sebelum Diin ini padam cahayanya.
Sebab jika bukan engkau, siapa lagi yang akan mengembalikan binar kemenangan di masa silam?

Ya, inilah da’wah.
Jika kau lelah, berhentilah.
Tapi tidak lama-lama.
Tapi tidak berleha-leha.

Sebab amanah kita lebih banyak dari waktu yang tersedia.
Sebab panji-panji itu telah terbai’at dalam kesengguhan jwa yang setia.
Sebab engkaulah singa yang siangnya berjihad tak kenal lelah.
Sebab engkaulah rabbi yang malamnya padat dengan munajat.
Sebab engkaulah Abu Bakar itu!

Engkaulah Khalid bin Walid!
Engkaulah Shalahudin Al-Ayyubi!
Engkaulah Yahya Ayyash, Iman Aqil, Muhammad Farahat, dan jutaan pahlawan Al Islam!

Jika kau lelah dalam da’wah?
Berhentilah.
Sebentar saja.
Sejenak saja.
Berhenti u mencari kekuatan diri..
Berhenti u menata ulang segala fikir, langkah dan hati.
Dan setelah kuat itu terhimpun, bangun segera!

Bangkitlah !!! tuk kembali ke medan jihad yang nyata.
Lawan nafsumu, bakar ghirohmu!
Dan songsonglah jayanya cahaya Islam-mu,
Atau kita semua berjanji untuk bersama berjumpa di surga, melalui syahid di jalan-Nya!
Allahu Akbar!!

akhwatan99uh_paNtan9en9eLuH

October 25, 2008

Filed under: Uncategorized — loveallah4ever @ 2:35 pm

JADILAH DIRIMU JIWA YANG KUAT…

RUH YANG MENGGELORA…

HIDUP YANG ISTIQOMAH…

PERBANYAK AMUNISI DENGAN BERKHALWAT

PADA-NYA…

WAKTU

Filed under: Uncategorized — loveallah4ever @ 2:18 pm

SOMETHING ABOUT WAKTU

Subhanallah, waktu memang merupakan sunnatullah yang tiada perubahan system di dalamnya. Waktu adalah salah satu keteraturan system yang telah Ia tetapkan. Waktu akan terus membawa kita dari satu stasiun dimensi ke stasiun yang lain, dengan atau tanpa kita sadari. Sehingga amatlah rugi tatkala kita menyia-nyiakan kesempatan bernama waktu ini, karena kita tidak pernah tahu akan diturunkan di stasiun yang mana. Kita tidak tahu pasti kapan perjalanan kita akan berakhir, yang pasti hanyalah akhir itu sendiri ; kematian. Bisa saja kita tidak sadar bahwa malaikat maut sedang mengintai kita dari tempat yang sangat dekat. Tinggal menunggu turunnya perintah Allah untuk mencabut nyawa kita. Dan akhirnya kita dipanggil kembali oleh Allah dalam keadaan yang tidak siap. Na’udzubillahi min dzaalik..

Subhanallah, betapa mulianya waktu. Berulang kali Allah bersumpah dalam firmanNya dengan waktu.

‘Demi masa..Demi waktu dhuha..Demi waktu fajar..Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), demi siang apabila terang benderang..Demi hari yang dijanjikan (hari kiamat)..’

Mari kita renungkan sejenak. Tentunya ada sebuah pesan besar di balik sumpah-sumpah Allah ini, karena setiap hal yang dijadikan sumpah oleh Allah memiliki keistimewaan yang perlu kita kaji. Hassan Al-Banna mengatakan, “Waktu adalah kehidupan, siapa yang menyia-nyiakannya maka ia menyia-nyiakan hidup.“ Tentu saja. Waktu laksana pedang. Jika kita tidak memanfaatkannya dengan baik, ia hanya akan menyelakakan diri kita sendiri. Waktu adalah kesempatan yang Ia berikan pada setiap manusia untuk mengumpulkan bekal menuju akhirat, negeri yang abadi. Jikalau waktu terbuang sia-sia, kehidupan kita di dunia tidak akan berhasil. Apalagi di akhirat! Tidak ada kesuksesan bagi orang yang tidak menghargai waktu. Bahkan filosofi barat mengatakan, “Time is money.” Mungkin juga ada benarnya. Tapi sebagai muslim ada prinsip yang harus kita luruskan. “Waktu adalah ibadah,” itulah yang seharusnya.

Karena misi seorang muslim di dunia adalah untuk beribadah pada-Nya. Seorang muslim hanya mengabdikan dirinya pada Allah. Segala pekerjaan atau apapun yang timbul dari diri seorang muslim hendaknya hanya tertuju pada-Nya. Karena itulah Allah mengawali firman-Nya dalam Al-quran dengan :

Bismillahirrahmaanirrahiim…..

Apa maksudnya? Begini,. Semua aktivitas yang kita perbuat haruslah memiliki nilai ibadah dalam pandangan Allah. Karena sekali lagi, kita diciptakan untuk beribadah pada-Nya. Salah satu kuncinya adalah dengan senantiasa memulai dengan nama Allah. Oleh karena itu dalam Islam, ada doa untuk setiap aktivitas kehidupan manusia, sebelum atau sesudahnya. Tujuannya satu. Yaitu, untuk mengaitkan setiap perbuatan dengan tujuan dan motivasi kita untuk melakukannya, dan tujuan qita hanyalah Allah. Motivasi Qt adalah meraih Ridha-Nya, karena sungguh! Ridha Allah adalah segalanya!

Subhanallah..Betapa banyak keistimewaan waktu. Dengarkan aqu..

Waktu adalah bagian dari sebuah terapi pengobatan. Waktu dapat menghapus kenangan-kenangan yang menyakitkan. Bukankah batin kita acapkali berbisik, “Aku butuh waktu..”

Waktu untuk sebuah penerimaan. Waktu untuk sebuah pemahaman yang mendalam, karena pemahaman yang singkat takkan mampu memberi kita kepuasan.

Demi Allah! Begitu banyak kebaikan yang Allah ciptakan dalam waktu. Karenanya, tidaklah pantas jika kita mengumpat menyalahkan waktu.

Baiklah. Sekarang mari kita berhenti sejenak. Simak dan renungkan baik-baik. ’Allah telah memberi hikmah dan pelajaran2 berharga dalam tiap peristiwa yang menimpa kita, tanpa terkecuali. Tapi hanya mereka yang memanfaatkan akalnya yang bisa mengambil hikmah yang bertebaran itu. Sekarang, berapa banyak pelajaran yang kita peroleh dari serentetan peristiwa yang kita alami sepanjang hidup kita? Seberapa banyak hikmah yang kita peroleh dalam waktu-waktu yang kita lalui? Seberapa pengaruh pemahaman yang kita miliki dalam meningkatkan keimanan kita? Ingatlah, ilmu yang kita miliki harus bisa meningkatkan kualitas iman dan ibadah kita. Kalau tidak, untuk apa? Amatlah rendah jika ilmu-ilmu yang kita dapat hanya untuk mewujudkan harapan kehidupan dunia yang cemerlang.Suatu saat kita pasti mati. Dan kehidupan yang sesungguhnya adalah akhirat. Jangan sampai kita terbengkalai hanya karena kita terlalu sibuk mengejar dunia! 

Na’udzubillah…       

Nisrina_Raihana@shabrina_Nida

 

Make up Muslimah

Filed under: Uncategorized — loveallah4ever @ 2:07 pm

MAKE UP MUSLIMAH

>> Jadikanlah Ghodul Bashor (menundukkan pandangan) sebagai hiasan kedua matamu, niscaya akan semakin bening dan jernih.

>> Oleskan ‘lipstik kejujuran’ pada bibirmu, niscaya akan semakin manis.

>> Gunakanlah pemerah pipimu kosemetika yang terbuat dari rasa malu yang dijual di salon iman.

>> Pakailah sabun istighfar untuk membersihkan dosa dan kesalahanmu.

>> Rawatlah rambutmu dengan jilbab islami yang akan menghilangkan ketombe pandangan laki-laki asing yang membahayakan.

>> Pakailah giwang kesopanan pada kedua telingamu.

>> Hiasilah kedua tanganmu dengan gelang tawadhu’ (rendah hati) dan jari jemarimu dengan cincin ukhuwwah (persaudaraan).

>> Sebaik-baik kalung yang engkau pakai adalah kalung kesucian.

>> Bedakilah wajahmu dengan air wudhu’ niscaya akan bercahaya di akhirat kelak.

Older Posts »

Theme: Banana Smoothie. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.